Jumat, 22 Oktober 2010

Khutbah Jum’at Yang Terlupakan


Kemarin aku melakukan survey kecil-kecilan, lagi-lagi survey ini jangan dianggap ilmiah karena nggak menggunakan metodologi ataupun dasar teoritis apapun juga, aku hanya iseng saja.

Sample dilakukan pada 10 orang, kenapa 10 orang ya biar mudah saja saat menghitung prosentasenya, hehehehe. Trus kriteria sample sedikit aku perhatikan, usia rentang antara 24 s/d 30 tahun, aku pikir rentang usia ini adalah usia yang sangat productive (sesuai perkiraanku saja, gak ada dasar teorinya, hehehe). Trus tingkat pendidikan aku samakan, semua adalah lulusan ilmu keperawatan, kenapa? Karena aku anggap seorang perawat itu memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata (semoga perkiraanku gak meleset), memiliki daya kritis tinggi, memiliki kemampuan-kemampuan prioritas dan managemen waktu, kan di kuliahan dulu belajar manajemen keperawatan.

Survey hanya dilakukan via layanan sms dengan dua pertanyaan pokok saja. Yaitu :
1.Apakah anda sholat jum’at hari ini?
2.Apa isi khutbah jum’at hari ini?

Sebenarnya pertanyaan pertama adalah pertanyaan pintu masuk saja, karena yang ingin aku ketahui adalah mengenai khutbah jumatnya.

Hipotesisku aku rumuskan sesaat selama khutbah Jum’at yang aku ikuti, hipotesisku mengatakan : Banyak diantara para jemaah Khutbah Jum’at saat ini yang tidak mengikuti khutbah jumat dengan baik” Implikasinya ya khutbah jum’at terlupakan, masuk telinga kanan keluar telinga kiri, dianggap angin lalu saja.

Ternyata perkiraanku tidak meleset jauh. Dari sample yang aku survey, 90% melakukan sholat jum’at, ada 10 persen yang nggak sholat karena kesulitan mencari masjid (katanya…….). Jadi tetap saja aku anggap dia masuk dalam criteria sample yang melupakan esensi khutbah jumat.

Dari 10 orang tersebut, hanya ada 40% orang saja yang tegas-tegas menjawab pertanyaan mengenai esensi khutbah jumat itu. Dan sisanya ada yang terang-terangan biilang “Aduh, maaf, tadi aku ketiduran jadi kelewat dech apa yang disampaikan sang khotib” gitu. Ada juga yang mungkin malu menjawab kalau tidak mengikuti khutbah jumat dengan baik, jadi pertanyaan kedua tidak dijawab. Terpaksa dech, mereka yang diam aku masukkan dalam criteria yang melupakan esensi khutbah jumat.

Jadi disimpulkan bahwa ternyata memang masih banyak para jemaah khutbah jumat yang tidak memahami atau malah melupakan esensi dari khutbah jumat. Tidak tahu apa yang disampaikan oleh sang khotib atau malah tidak tahu kapan awal dan akhir khotbah jumat dimulai. Karena datang langsung pules dan tahu-tahu semua orang sudah berdiri untuk sholat jumat. Dengan terkaget-kaget, terhuyung-huyung karena kaki kesemutan mencoba berdiri (pengalaman pribadi neh…..)

Hipotesisku tidak meleset jauh, namun demikian Alhamdulillah masih ada yang konsisten dengan mengikuti sholat jumat dengan baik dan memahami esensi khutbah jumatnya.

Hasil ini mungkin tidak bisa digenerasilasi, namun kembali aku membayangkan. Sample yang aku ambil adalah usia productive, usia energic, usia emas dimana sample pada usia ini seharunya adalah usia yang memiliki kekuatan fisik yang bagus.

Coba bayangkan dengan para jemaah sholat jumat yang masih terlalu muda atau yang sudah lebih dua kali lipat usia kita? Mungkin apabila survey dilakukan pada kelompok usia berpangkat 4 (> U4) tersebut hasilnya akan lebih menunjukkan bahwa selama ini banyak yang melupakan esensi khutbah jumat itu sendiri.

Mungkin hal ini sebagai pengingat buat aku sendiri, yang kadang melupakan dengan sengaja waktu-waktu sholat jumat, ataupun jika datang ke masjid buat sholat jumat dengan mudahnya tertidur didalam dudukku saat sang khotib membacakan khutbah jumat.
Padahal sudah dengan jelas di ajarkan oleh Nabi kita mengenai keutamaan sholat jumat ini,

Astaghfirullah…semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahanku...

1 komentar:

nersadi mengatakan...

10 % nya itu kan Aku kan Jo,..tahu kalau untuk survey, bakalan ndak tak jawab...eh, biasane kamu malah turu to yen Jumataan...