Jumat, 01 April 2011

Mangkir


Mangkir, dalam kamus bahasa Indonesia ada gak ya? Bentar aku coba cari dulu….
Sesuai definisi yang aku dapatkan dalam artikata.com mangkir diartikan sebagai tidak datang atau absen. Kalo dalam bahasa inggrisnya “Skip”.
Yup, kata ini sudah tidak asing kok aku rasa. Hanya saja, mangkir adalah kejadian yang sangat aku hindari, kenapa? Ya karena mangkir adalah perbuatan yang tidak terpuji (menurutku), perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan seenak “wudel”nya sendiri. Tidak datang ke tempat kerja dengan tanpa alasan (definisi menurutku), akan menjadikan citra seseorang terjatuh, tidak memiliki moral responsibility maupun tidak menghargai pekerjaan itu sendiri. Itulah kenapa mangkir menjadi kegiatan yang sangat-sangat aku hindari…
----------------
Kejadian ini menimpaku akhir bulan kemarin, ketika hasil penilaian kelompok, disebutnya sebagai TPO (team performance objective) di publikasikan ke segenap coordinator di berbagai unit ditempatku kerja. Waktu itu kebetulan coordinator unit tempatku belum begitu memahami bagaimana membuka pesan internal tersebut, dan akulah yang membantu dia untuk membukanya.
Betapa terkejutnya aku, ketika hasil penilaian kelompok tersebut sangat jatuh, hanya .....% (sangat-sangat jelek !!!), dikarenakan banyaknya karyawan yang mangkir…..
1. Aku : dicantumkan hasil absensi, terdapat 4 hari total mangkir dalam satu bulan
2. Temanku : dicantumkan hasilnya 7 hari total mangkir…
3. Ada lagi : 1 hari mangkir
4. Temen yang lain : 17 hari mangkir..
Aku langsung protes ke koordinatorku kenapa bisa begini? Aku berani bersumpah, aku tidak pernah mangkir sama sekali, telat datangpun tidak pernah. Yang ada adalah telat pulang !!!, tapi kenapa hasilnya bisa seperti ini?
Waktu itu, aku sangat berterimakasih sekali sama koordinatorku karena dia dengan sigap langsung menindaklanjuti ketidak beresan hasil2 absensi tersebut kebagian yang berwajib (baca : HRD), dan hasilnya adalah, TERJADI KESALAHAN.
Aku tidak begitu tahu dimana letak kesalahannya, tetapi yang jelas, aku sangat kecewa dengan kinerja maupun system yang dipakai sebagai analisa absensi tersebut.
Hal ini dikarenakan akan sangat berefek pada penilaian kelompok, penilaian pribadi maupun penilaian akhir tahun seorang karyawan.
---------
Kemarin2 ini aku menanyakan langsung berkaitan dengan analisa ke-mangkir-an ku ini. Aku tanyakan bagaimana bisa jadwal tertera adalah libur tapi analisa hasil akhir aku disebut2 mangkir??
Jawaban yang tidak mencerminkan perasaan bersalah dan hanya bilang “ya nanti akan kami cek kembali”
Gubrak…..bagaimana bisa begini?
-------------
Pernah mendengar mengenai medication error? Service excellence? Patient safety? Semua itu adalah tuntutan yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan. Namun ketika hak-hak karyawan serasa di penggal, dikebiri dan adanya ketidakjelasan. Apa harus semua kewajiban tersebut masih berlaku juga?

2 komentar:

Syafrudin AMK mengatakan...

ane percoyo kang bejo ra mngkin mangkir lah.....

Sang Bedjo mengatakan...

Udian se-Eka Hospital : ya iyalah.... hehehehehehe